Desember 12, 2007 pada 12:24 am
· Disimpan dalam Umum, alumni
By : Tiurida Hutabarat, Desember 11, 2007
Dimana Engkau Tuhan?
Anakku mengerang kesakitan
Tidakah Engkau bisa memberi bantuan?
Katanya Engkau bisa menyembuhkan.
Mengapa Rabbi?
Mengapa kau biarkan anakku nyeri?
Menjalani operasi dan operasi
Rasa sakit yang tidak pernah berhenti
Apakah Engkau sibuk, begitu sibuknya selama ini?
Menolong nenek mencari kunci?
Menolong anak yang terkilir kaki?
Menolong anak muda yang patah hati?
Atau apakah Engkau lupa, begitu lupanya
Karena anakku terbiasa tanpa cahaya, tanpa bicara
Atau apakah engkau tidak peduli ,?
Apakah anakku sudah bisa berlari atau sekedar berdiri
Bapaku, Tuhanku, Rabbiku, aku minta ampun
Tapi jangan anakku, jangan dia yang hukum
Dia berhak bermain, bermanja atau sekedar tersenyum
Menikmati masa muda yang penuh cita dan cinta dengan jantung berdentum
Engkau diam selama ini, Tuhan, dan tetap terdiam
Sampai Engkau memanggilnya dalam kelam
Tidak ada rasa sakit dan lelah . Yang tertinggal wajah tentram.
Kulitnya begitu halus, merah muda dengan bibir tersenyum .
Anakku begitu damai dalam tidur panjangnya.
Gagah dalam jas baru dan sepatu kulitnya
Nyaman dalam rumah barunya
Engkau memanggilnya dalam kesendiriannya
Kusadari Engkau selalu ada disebelahnya menemaninya
Dalam sakitnya dan sepinya
Begitu dalam dan khusus Engkau mencintaiNya
Anakku, engkau adalah milikNya
NB : Immanuel lahir 24 des 1993 meninggal 27 Juni 2007, selama hampir 14 tahun sakit. Menderita multiple skeloris, yang disebabkan oleh virus yang diperolehnya ketika dia dilahirkan dan menyebabkan kerusakan otak yang parah. Tidak bisa bicara, tidak bisa melihat, tidak bisa bergerak. Menjalani lebih dari sepuluh kali brain surgery. Dia adalah contoh bagi keluarga (terutama bagi aku ibunya) bagaimana menjadi pemenang dan menjalani hidup dengan sabar dan berpasrah pada Tuhan
Permalink
Roy Sukamto berkata
Sangat menyentuh dan indah puisi ini. It is the God’s mysterious way. Namun dalam keadaan ini telah lahir sebuah cinta ibu yang sangat indah. Dengan cinta ibu yang sangat besar ini hidup Immanuel menjadi sangat berarti. Dan dengan hati yang murni dan bebas dosa Immanuel akan berada di sisiNya dalam kebahagian abadi.
Tony Roland SIlitonga berkata
HIDUP penuh RAHASIA,..tapi RAHASIA itu bisa terbuka bila kita MENDENGAR LANGSUNG dariNya,…Percayalah SATU HAL saja: DIa menjadikan segala sesuatu Indah pada waktunya……………DIA yang SETIA,..dan tidak ada KEBOHONGAN padaNya,……….
Martha Situmeang berkata
Ya, memang Hidup penuh dengan Misteri, Hanya DIA Yang Maha Tahu.. Sometimes, Expectation is far from the reality..Semoga TUHAN memberikan kita masing-masing Kekuatan&Penghiburan Dalam Menjalani Kehidupan Yang PEnuh Dengan Rahasia Ilahi ini..GOD BLESS..